PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA UNTUK MENGUKUR KETAHANAN EKONOMI RUMAH TANGGA DAN MENINGKATKAN LITERASI FINANSIAL
DOI:
https://doi.org/10.36595/zwzex573Keywords:
Manajemen, Keuangan Keluarga, Ketahanan Ekonomi, Rumah Tangga, Literasi FinansialAbstract
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan kemampuan mengelola keuangan keluarga pada ibu-ibu rumah tangga di Desa Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang sebagian besar mengelola keuangan secara tradisional tanpa pencatatan sistematis dan mengalami kesulitan dalam mengatur pendapatan serta pengeluaran keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengukur ketahanan ekonomi rumah tangga melalui pelatihan manajemen keuangan keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yaitu tahap persiapan dan analisis kebutuhan, tahap pelaksanaan pelatihan selama 3 hari (13-15 April 2026) dengan metode partisipatif dan interaktif, tahap pendampingan, serta tahap evaluasi dan pengukuran ketahanan ekonomi. Peserta berjumlah 17 orang ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan beragam (SMA 29,4%, SMP 52,9%, SD 17,7%) dan didominasi usia produktif 30-40 tahun (52,9%). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi keuangan sebesar 35% (dari 58 menjadi 78,3), kemampuan menyusun anggaran mencapai 88,2%, dan kemampuan mengukur kekuatan ekonomi meningkat dari kategori "lemah" menjadi "sedang" dengan 94% peserta mengalami perbaikan indikator. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan manajemen keuangan keluarga yang dikombinasikan dengan pendampingan intensif efektif dalam meningkatkan literasi keuangan, mengubah perilaku keuangan, serta membekali ibu rumah tangga dengan kemampuan mengukur ketahanan ekonomi keluarga secara mandiri.










